Abstrak - Banyak penyakit seperti kanker, jantung, artritis, diabetes, liver, dan
penyakit-penyakit degeneratif semakin sering diderita oleh masyarakat di
Indonesia. Salah satunya dapat disebabkan oleh karena antioksidan yang
ada di dalam tubuh tidak mampu menetralisir peningkatan konsentrasi
radikal bebas. Untuk menghindari hal tersebut, dibutuhkan antioksidan
tambahan dari luar atau antioksidan eksogen. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian daya antioksidan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) hasil pengadukan dan reflux dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Ekstraksi kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.)
dengan pengadukan dan reflux dilakukan dengan menggunakan pelarut
etanol 80%. Pada pengujian secara kualitatif (reaksi warna) teramati
adanya pemudaran warna ungu dari larutan DPPH pada kedua metode
ekstraksi. Pada pengujian secara kuantitatif menggunakan metode DPPH
dengan spektrofotometer UV-Vis diamati absorbansinya pada λ 522 nm
selama waktu reaksi terpilih yaitu 20 menit. Dari hasil perhitungan,
ekstrak dari hasil metode ekstraksi pengadukan memiliki nilai EC50 42,19±1,06
bpj dan ekstrak hasil metode ekstraksi reflux sebesar 45,99±3,46 bpj.
Hasil analisis statistic t-test pada α=0,05 menunjukkan bahwa kedua
nilai EC50 tersebut berbeda bermakna dan metode ekstraksi yang lebih baik adalah metode ekstraksi secara pengadukan. - Jessica Oeinitan Sie
Sign up here with your email
