Abstrak - Bagi wanita yang menunda atau bahkan tidak menikah psychological well-being yang dimiliki dapat menjadi kurang optimal, karena pernikahan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being.
Pernikahan juga dianggap memiliki hubungan yang erat dengan harga diri,
karena pernikahan menjadi salah satu sumber dukungan sosial. Dengan
demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
hubungan antara harga diri dan psychological well-being pada
wanita lajang yang bekerja khususnya pada bidang akademik dan
non-akademik. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita lajang yang
bekerja di bidang akademik dan non-akademik dengan rentang usia 35
hingga 50 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 60 subjek, yang terdiri
atas 30 wanita yang bekerja di bidang akademik dan 30 non-akademik.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang kemudian diuji
analisis korelasi parsial dengan mengendalikan bidang pekerjaan.
Berdasarkan hasil pengujian, diketahui terdapat hubungan positif antara
harga diri dan psychological well-being dengan mengendalikan bidang pekerjaan (r 0.799, p 0.000). Hal ini berarti semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi pula psychological well-being, dan sebaliknya. - Susanti
Sign up here with your email
