Abstrak - Pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di era globalisasi menumbuhkan
perusahaan-perusahaan baru sehingga meningkatkan persaingan. Banyaknya
perusahaan yang membuat produk sejenis menyebabkan semakin kecil porsi
penjualan produk, sehingga membuat perusahaan menjadi berlomba-lomba
memiliki berbagai keunggulan dan salah satu yang paling utama adalah
kualitas. Salah satu industri yang mengalami persaingan adalah jenis
industri bahan galian non logam. PT IMIT merupakan perusahaan yang
bergerak dalam industri bahan galian golongan C (non logam) yang
memproduksi berbagai jenis dan ukuran marmer. Marmer jenis Kawi ukuran
60 x 60 x 2 cm, jenis Bromo ukuran 60 x 60 x 2 cm, dan jenis Kawi ukuran
120 x 240 x 2 cm merupakan jenis marmer yang paling banyak diproduksi
dan yang paling sering dipesan oleh konsumen, sehingga kemungkinan cacat
yang dihasilkan lebih besar daripada jenis dan ukuran marmer lainnya.
PT IMIT sudah melakukan upaya pengendalian kualitas sederhana, yaitu
dengan melakukan pengecekan kualitas block marmer dari tambang,
Bahan Baku Gergaji (BBG), dan Barang Jadi Akhir (BJA) marmer.
Penelitian ini berisi tentang implementasi pengendalian kualitas yang
dilakukan oleh PT IMIT pada proses pemotongan menggunakan mesin cross cutting,
proses tambal manual dan proses pengangkutan ke gudang untuk
menanggulangi kecacatan produk pada saat proses produksi, serta
pengukuran dan pembahasan penelitian dengan tahapan PDCA diterapkan oleh
perusahaan dalam melakukan seluruh aktivitas produksinya. Implementasi
pengendalian kualitas menggunakan metode statistik yang disertai dengan
tahapan PDCA, membuat bisa mendeteksi kecacatan, mencegah terjadinya
kecacatan, serta dapat menjaga dan meningkatkan standar kualitas produk.
Diharapkan kecacatan dapat diminimalkan atau mencapai “zero defect”, dan pada akhirnya produksi yang dihasilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen dan perusahaan - Meirilyn Natasya
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon