Abstrak - Pernikahan adalah bersatunya dua orang menjadi satu kesatuan yang saling
membutuhkan, memberikan dukungan dan kesemuanya diwujudkan dalam
kehidupan yang dinikmati bersama. Salah satu kriteria yang dapat
mempengaruhi kesuksesan suatu perkawinan adalah kepuasan perkawinan.
Selama awal perkawinan, pasangan suami istri terkadang harus melakukan
penyesuaian satu sama lain. Pada masa penyesuaian ini terkadang suami
ataupun istri sering mengalami suatu permasalahan yang terkadang dapat
menimbulkan ketegangan emosional. Permasalahan apapun yang terjadi
selalu dapat diselesaikan dengan menjalin suatu komunikasi satu sama
lain. Salah satu komponen komunikasi yang paling penting untuk
kelangsungan kehidupan suatu perkawinan adalah adanya self disclosure. Suatu self disclosure yang baik adalah dilakukan dengan dua arah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan kepuasan perkawinan pada istri di usia awal perkawinan serta ingin mengetahui pengaruh self disclosure suami melalui persepsi istri terhadap self disclosure suami.
Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 67 orang yaitu
subjek yang memiliki usia 18-35 tahun dengan usia perkawinan 5 tahun
pertama. Sedangkan subjek yang digunakan dalam melakukan survey awal
berjumlah 50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara
variabel self disclosure dan persepsi istri terhadap self disclosure suami
dengan kepuasan perkawinan memiliki signifikansi sebesar 0.001
(sig.< 0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan antara self disclosure istri dan persepsi istri terhadap self disclosure suami dengan kepuasan perkawinan istri pada awal perkawinan. Pada korelasi parametrik self disclosure istri dan persepsi istri terhadap self disclosure suami memiliki hubungan yang signifikan sebesar 0.000 (sig.< 0,05). Selain itu, dalam korelasi parsial, dimana self disclosure istri
terhadap kepuasan perkawinan dengan mengendalikan persepsi istri
terhadap suami tidak signifikan dan sebaliknya persepsi istri terhadap self disclosure suami dan kepuasan perkawinan dengan mengendalikan self disclosure istri juga tidak signifikan, terlebih lagi dengan melihat r = 0.184 dan 0.57. Dari hasil penelitian ini berarti bahwa self disclosure istri dan persepsi istri terhadap self disclosure suami
tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Hal tersebut menunjukkan istri
lebih merasakan kepuasan perkawinan ketika ia merasa suami memiliki
keterbukaan terhadap dirinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa self disclosure memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan perkawinan pada istri di usia awal perkawinan. - Nidya Ayu Kusuma Wardhani
Sign up here with your email
