Abstrak - Kanker serviks masih menjadi pembunuh ke-2 tertinggi setelah kanker
payudara pada kebanyakan wanita di Indonesia. Kanker serviks dapat
dicegah dengan melakukan vaksinasi, pemeriksaan
Pap Smear maupun dengan
menghindari faktor risiko penyebab kanker serviks. Telah dilakukan
penelitian tentang pengetahuan dan perilaku mahasiswi Fakultas Farmasi
Universitas Surabaya dalam upaya pencegahan kanker serviks. Penelitian
dilakukan pada mahasiswi S1 (89 responden) dan Tingkat Profesi Apoteker
(42 responden) menggunakan metode cross sectional. Instrumen
penelitian yang digunakan adalah kuisioner yang terbagi atas 3 aspek,
yaitu pengetahuan tentang kanker serviks, pengetahuan pencegahan kanker
serviks dan perilaku pencegahannya. Dari penelitian ini diperoleh bahwa
sebanyak 66,29% mahasiswi S1 FF memiliki pengetahuan yang sedang dan
57,14% mahasiswi Tingkat Profesi Apoteker memiliki pengetahuan yang
tinggi tentang kanker serviks. Terkait pengetahuan pencegahan kanker
serviks, sebanyak 71,91% mahasiswi S1 dan 95,24% mahasiswi Tingkat
Profesi Apoteker FF memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Ditemukan
adanya perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan yang
dimiliki oleh kedua kelompok responden. Pada aspek perilaku, mayoritas
responden berada dalam kategori netral yang menunjukkan belum adanya
upaya lebih yang dilakukan oleh responden terkait pencegahan kanker
serviks. Dari hasil statistik inferensial dengan metode Chi-Square,
tidak ditemukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku
diantara kedua kelompok responden terkait kanker serviks. - Frischarina Widya Putri
Sign up here with your email
