Abstrak - Setiap badan usaha yang sedang berkembang pasti memiliki internal control yang
digunakan sebagai sarana pengendalian. Hal tersebut bertujuan agar
kegiatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, serta mendukung
pelaporan dan kepaturan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Seringkali badan usaha menerapkan internal control berdasarkan
kerangka COSO. Dan seiring dengan berkembangnya risiko yang ada di
perusahaan, maka COSO pun melakukan pembaharuan atas komponen internal controlnya, khususnya penilaian atas fraud risk yang
dapat membantu perusahaan dalam menilai celah terjadinya fraud dan
dilakukan tindakan antisipasi. Penggunaan kerangka COSO 2012 ini akan
dibandingkan dengan penerapan internal control yang secara
nyata dilakukan oleh Bank “X” pada divisi kartu kredit karena melihat
dari maraknya penggunaan kartu kredit dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, banyak sekali terjadi kasus gagal bayar billing statement (delinquency)
untuk kartu kredit yang menyebabkan kerugian bagi Bank “X”. Dari hasil
perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa Bank X telah memiliki
internal control yang memadai walaupun adanya kelemahan pada beberapa
bagian tertentu. Oleh karena itu, Bank “X” dapat dikatakan telah
memiliki internal control yang baik dan siap untuk menyongsong COSO 2012. - Patricia Angela Santoso
Sign up here with your email
