Abstrak - Body dissatisfaction yang dimiliki ibu diprediksi dapat
berdampak pada anaknya karena ibu yang tidak puas dengan tubuhnya akan
mengomunikasikan ketidakpuasan tersebut kepada anaknya, sehingga dapat
membuat anak menjadi tidak puas terhadap tubuhnya (Ogden, 2007). Namun body dissatisfaction ibu ini dapat memengaruhi pada body dissatisfaction anak
jika relasi antara ibu dan anak baik. Relasi ibu dan anak dapat diukur
berdasarkan kedekatan antara ibu dan anak, komunikasi timbal balik,
penghargaan dari ibu, kebersamaan dengan ibu, pengertian dan dukungan
dari ibu, dan kepercayaan ibu kepada anak. Pengukuran relasi ibu dan
anak menggunakan aspek dari Konopka (dalam Shofiana, 2005). Body dissatisfaction ibu dan anak dapat diukur menggunakan angket Body Shape Questionnaire (BSQ) yang mengukur tingkat perhatian subyek terhadap perasaan kegemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body dissatisfaction ibu dan body dissatisfaction anak
perempuan dengan mengendalikan relasi ibu dan anak. Responden
penelitian ini ada dua yaitu 60 mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas
Surabaya yang berusia 18-21 tahun yang memiliki indeks massa tubuh
(IMT) pada kategori normal dan 60 ibu dari subjek yang berusia 40-60
tahun. Berdasarkan hasil penelitian, Indeks massa tubuh (IMT) ibu
sebagian besar berada pada taraf obesitas satu. Selain itu diketahui
sebagian besar subjek penelitian ibu (55%) dan anak (68.3%) memiliki
tingkat body dissatisfaction sedang. Hasil pengujian dengan menggunakan teknik korelasi parsial menyatakan ada hubungan yang signifikan antara body dissatisfaction ibu dan body dissatisfaction anak dengan mengendalikan relasi ibu dan anak (r= .3864, sig= .003<.05). Hal ini menunjukkan bahwa body dissatisfaction ibu berkorelasi secara signifikan dengan body dissatisfaction anak tanpa adanya pengaruh yang bermakna dari baik buruknya relasi ibu dan anak - Luki Evahani
Sign up here with your email
