Abstrak - Lesbian merupakan istilah atau sebutan pada kaum perempuan yang memiliki
orientasi seksual kepada sesama jenisnya. Eksistensi kaum lesbian di
masyarakat Indonesia tidak begitu menonjol dibandingkan dengan kaum gay.
Kualitas hidup (being, belonging, becoming) merupakan hal
krusial pada lesbian dikarenakan posisi lesbian sebagai kaum minoritas.
Masyarakat masih sulit untuk menerima lesbian, bahkan cenderung menolak
keberadaannya. Hal ini membuat para kaum lesbian semakin sulit untuk
memperoleh social support. Kurangnya social support bagi
seseorang dapat mempengaruhi kualitas hidup yang dimilikinya.
Penelitian ini bermaksud meneliti hubungan antara dukungan sosial dengan
kualitas hidup. Penelitian ini merupakan penelitian survey pada 30
lesbian yang diambil menggunakan teknik snowball sampling yaitu
menunjuk beberapa subjek untuk memberikan angket kepada beberapa subjek
lesbian yang lain yang dikenal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
angket pernyataan terbuka dan pernyataan tertutup dengan 4 pilihan
jawaban. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment untuk sebaran data yang normal dan linier, serta menggunakan uji statistik non-parametrik Spearman’s untuk sebaran data yang tidak normal dan tidak linier. Hasil
dalam penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan dukungan sosial dan
kualitas hidup (r = 0.095; p = 0.236). Hasil hipotesis minor
memperlihatkan bahwa dukungan keluarga tidak berhubungan juga dengan
kualitas hidup pada lesbian (r = -0.138; p = 0.149), sedangkan dukungan
teman (r = 0.437; p = 0.008) dan dukungan pasangan (r = -0.426; p =
0.009) memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pada
lesbian. Hasil uji hipotesis diatas menunjukkan dukungan dari teman dan
pasangan memiliki korelasi signifikan dengan kualitas hidup. Sedangkan
pada dukungan sosial secara keseluhan dan dukungan keluarga, tidak
memiliki korelasi. Hal ini terkait dengan penerimaan lesbian dalam
keluarga yang belum dapat menerima orientasi seksual mereka sehingga
kurang memahami dukungan sosial lesbian. - Maria Leyn Blaong Karangora
Sign up here with your email
