Abstrak - PT Agrindo merupakan salah satu perusahaan pembuat mesin-mesin pertanian seperti mesin husker (pengupas kulit padi), mesin polesher (pemutih beras), mesin prepoles (pemoles beras), traktor dan sebagainya, yang berlokasi di Bambe Driyorejo, Gresik. Produksinya bersifat semi job order dan aliran produksinya berpola job shop.
PT Agrindo memproduksi mesin-mesin pertanian untuk memenuhi permintaan,
baik yang secara rutin maupun yang secara tidak rutin. Dalam
pengerjaannya, aliran material proses produksi secara rutin, sering
tidak lancar. Ketidak lancaran itu terjadi karena material yang akan
diproses di beberapa stasiun kerja, ada yang belum dikirim dari stasiun
kerja yang sebelumnya. Hal itu membuat beberapa proses penyelesaian
produk menjadi terhambat . Terhambatnya pergerakan material tersebut
juga menyebabkan terjadinya masalah pada waktu penyerahan produk jadi
kepada pelanggan. Karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah ingin
memperbaiki proses-proses produksi yang mengalami hambatan/bottleneck dengan menyeimbangkan setiap lintasan produksinya menggunakan metode Line Balancing. Dari perhitungan Line Balancing sendiri, telah didapatkan nilai Balanced Delay yang semakin baik. Balanced Delay untuk
produk HU10MPC yang sebelumnya 28% bisa turun hingga menjadi 16% saja,
HU10PP dari 30% bisa menjadi 18% dan KB40G dari 37% menjadi 32%. Namun
stasiun-stasiun kerja yang terbentuk dari nilai Balnced Delay tersebut hanya cocok pada satu jenis produk tertentu saja. Berbeda dengan hasil dari perhitungan software, yang menyatakan nilai Balanced Delay Gabungan sebesar 19,17%, hasil tersebut lebih jelek dibanding beberapa Balanced Delay pada
masing-masing produk, namun stasiun kerja yang dihasilkan cocok untuk
semua tipe produk yang dibuat. Cocok disini berarti waktu total per
stasiun yang terbentuk, tidak ada yang melebihi waktu siklus
masing-masing produk dan urutannya bisa dipakai untuk semua jenis produk
yang dibuat. Berdasarkan perhitungan manual maupun software, mesin-mesin yang ada dapat dikelompokkan ke dalam 6 stasiun kerja baru. - David Setyawan
Sign up here with your email
