Abstrak - Fenomena seks pranikah yang terjadi di masyarakat sekarang sudah
menjalar di kalangan pelajar SMP dan SMA. Minimnya pendidikan agama di
sekolah dinilai menjadi salah satu faktor pemicu tingginya angka praktik
seks pranikah pada remaja di Indonesia karena pendidikan agama dapat
meningkatkan tingkat religiusitas pada remaja. Tingkat religiusitas
dapat memunculkan sikap mendukung atau tidak mendukung terhadap seks
pranikah Daradjat (dalam Ritandiyono & Andisti, 2008). Praktik
pendidikan agama di Indonesia saat ini hanya mengutamakan aspek kognitif
dan mengabaikan aspek afektif dan konatif-volitif yaitu kemauan untuk
mengamalkan, sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan tentang
agama yang dimiliki dengan pengamalan ajaran agama yang telah diterima
(Bukhori, dalam Lobud 2007). Di Indonesia, terdapat dua tipe sekolah
yaitu sekolah umum dan sekolah berbasis agama. Perbedaan dari dua
sekolah ini adalah pada sekolah berbasis agama tidak hanya
menitikberatkan pada pengetahuan namun juga menitikberatkan pada
peningkatan keimanan serta ketaqwaan.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah ada perbedaan tingkat religiusitas dan sikap terhadap
seks pranikah pada pelajar yang bersekolah di SMA umum dan SMA berbasis
agama.Penelitian dilakukan pada 396 pelajar, yang terdiri dari 198
pelajar yang SMA umum dan 198 pelajar SMA berbasis agama. Teknik
pengumpulan data menggunakan angket tingkat religiusitas dan angket
sikap terhadap seks pranikah. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan
statistik non parametrik U Mann Whitney.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat religiusitas antara
pelajar di SMA umum dan SMA berbasis agama dengan nilai p=0,257 (>
0,05). Sedangkan pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa ada
perbedaan sikap terhadap seks pranikah antara pelajar SMA umum dan SMA
berbasis agama dengan p = 0,000 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa
perlunya pendidikan seksual yang tidak hanya berdasarkan pendidikan
agama, namun juga dengan memberikan muatan-muatan informasi seputar
seksualitas yang akurat serta pemberian pendidikan agama yang dapat
menyelaraskan aspek kognitif dan afektif pelajar dengan metode
pembelajaran yang menuntut pelajar untuk aktif, kreatif, mandiri dan
menyenangkan - Fanny Ariyandini Putri
Sign up here with your email
