Abstrak - Dalam melakukan pengambilan keputusan karir diperlukan adanya
perencanaan yang matang terkait dengan karir yang diminatinya. Perencaan
karir termasuk di dalam salah satu unsur pembangun kematangan karir.
Kematangan karir saat ini telah menjadi tinjuaun tersendiri. Hal ini
dikarenakan proses kematangan karir seseorang akan mempengaruhinya dalam
melakukan pengambilan keputusan terkait karir yang diminatinya. Tujuan
penelitian ini adalah menjelaskan perbedaan kekuatan hubungan serta
keterkaitan hubunagn antara self efficacy dengan kematangan
karir pada mahasiswa angkatan 2010 dan mahasiswa tingkat akhir.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional antara
variabel tergantung kematangan karir dengan variabel bebas self efficacy.
Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir dan mahasiswa angkatan
2010 Universitas Surabaya. Sample penelitian berjumlah 273 orang.
Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu angket terbuka dan tertutup untuk variabel kematangan karir dan self efficacy. Data dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan adanya hubungan antara self efficacy dengan
kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir, sementara pada mahasiswa
angkatan 2010, menunjukkan adanya hubungan antara self efficacy dengan
kematangan karir, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,205. Saran yang
diajukan terkait dengan hasil penelitian yaitu membantu dan
memfasilitasi mahasiswa untuk dapat meningkatkan potensi dan kemampuan
yang dimilikinya, sehingga mahasiswa dapat mengarahkan tindakannya
secara tepat dalam melakukan pengambilan keputusan karir sesuai dengan
minat dan potensi yang dimilikinya.- Yunia Eka Rachmawati
Sign up here with your email
