Abstrak - Lulusan sarjana adalah calon pekerja yang nantinya akan memasuki dunia
kerja. Begitu pula dengan lulusan sarjana Fakultas Psikologi Universitas
Surabaya. Lulusan sarjana pastinya memiliki kompetensi tertentu untuk
mendukung keberlangsungannya dalam dunia kerja. Kompetensi ini terdiri
dari hard skills yang biasa disebut sebagai keterampilan teknis dan pengetahuan akademis, dan soft skills yang
biasa disebut sebagai keterampilan non-teknis atau keterampilan
interpersonal dan intrapersonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menggambarkan penilaian mahasiswa terhadap kemampuan hard skills maupun soft skills yang
dimilikinya dan memaparkan kesenjangan (gap) antara kemampuan yang
dimiliki oleh mahasiswa dengan penilaian tingkat kepentingan kompetensi
yang diharapkan dimiliki oleh lulusan sarjana psikologi oleh perusahaan
atau tempat kerja, serta melihat kompetensi soft skills terpenting di antara dua puluh tiga soft skills yang
telah dirumuskan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI). Penelitian
ini dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Surabaya dengan sampel
penelitian sebanyak 37 mahasiswa yang terdiri dari angkatan 2006-2008.
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket penilaian
kompetensi akan pribadi dan situasi. Data dianalisis dengan analisis gap
(selisih antara persepsi akan pribadi dan persepsia akan situasi), uji
beda paired sample test (t-test), dan uji korelasi. Hasil
analisis data menunjukkan bahwa ada kesenjangan (gap) antara penilaian
mahasiswa akan kemampuan yang dimiliki dengan penilaian tingkat
kepentingan kompetensi yang diharapkan dimiliki lulusan sarjana
Psikologi oleh perusahaan atau tempat kerja. Kesenjangan rata-rata
Kesenjangan yang tampak pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
mahasiswa masih perlu dibekali dengan kompetensi hard skills dan soft skills yang
relevan dengan kompetensi lulusan sarjana strata 1 (S1) Psikologi yang
memakai rumusan kompetensi menurut HIMPSI dan DIKTI. Saran yang paling
utama ditujukan bagi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, yaitu
diminta melakukan evaluasi pembelajaran dan kegiatan non-akademik serta
merancang kurikulum yang berbasis kompetensi. - Vony Agustin
Sign up here with your email
