Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengumuman Corporate Governance Perception Index (CGPI) direaksi pasar dengan adanya abnormal return dan peningkatan trading volume activity signifikan
di sekitar tanggal pengumuman, serta apakah terdapat perbedaan
signifikan reaksi pasar antara perusahaan yang penerapan corporate governance-nya
lebih baik (kelompok “Sepuluh Besar”) dan kurang baik (kelompok “Non
Sepuluh Besar”). Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang memperoleh
peringkat CGPI tahun 2007-2011, terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan
tidak melakukan corporate action selama periode jendela, yaitu
sebanyak 70 perusahaan dengan rincian 39 perusahaan “Sepuluh Besar” dan
31 perusahaan “Non Sepuluh Besar”. Untuk menguji adanya reaksi pasar
digunakan one sample t-test dan one sample sign test, sedangkan untuk menguji perbedaan reaksi pasar digunakan independent samples t-test dan Mann-Whitney test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengumuman CGPI tidak direspon secara agregat oleh pasar dengan tidak adanya abnormal return signifikan di sekitar tanggal pengumuman, tetapi direspon secara individual oleh investor dengan adanya peningkatan trading volume activity signifikan. Antara kelompok ”Sepuluh Besar” dan “Non Sepuluh Besar” tidak terdapat perbedaan signifikan abnormal return dan trading volume activity di
sekitar tanggal pengumuman CGPI, yang menunjukkan bahwa pasar masih
belum menganggap CGPI sebagai informasi yang penting dalam keputusan
berinvestasi. - Melissa Aristya Tedjakusuma
Sign up here with your email
