Abstrak - Penggunaan obat herbal sebagai terapi hipertensi pada kehamilan lebih
disukai oleh masyarakat namun demikian penggunaan obat-obat herbal
tersebut memiliki berbagai efek samping yang mungkin membahayakan dan
menimbulkan kecacatan pada janin. Oleh karena itu, perlu dilakukan
penelitian untuk mengkaji keamanan obat herbal untuk terapi hipertensi
pada hewan uji Penelitian ini menggunakan infusa daun pegagan (Centella asiatica [L.] Urban) dosis 500 mg/kg BB dan 1500 mg/kg BB yang diberikan setiap hari secara oral kepada mencit betina hamil (Mus musculus)
selama periode organogenesis hari ke-6-15 kehamilan. Sebagai uji diberi
infusa pegagan dosis 500 mg/kg BB dan 1500 mg/kg BB dan penggunaan air
suling sebagai kontrol. Kemudian mencit dibedah pada hari ke-18
kehamilan dan janin yang diperoleh diamati satu persatu untuk melihat
adanya kecacatan fisik yang terjadi baik berupa abnormalitas jumlah,
bentuk, ukuran maupun eksistensi organ-organ fisiknya dibandingkan
dengan kontrol. Hasil analisa statistik One-way Anova menunjukkan
adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok uji
pada dosis 1500 mg/kg BB dimana pada dosis ini didapat berbagai efek
kelainan janin berupa abnormalitas jumlah dan bentuk janin dibandingkan
dengan kontrol, sedangkan hasil kelompok uji pada dosis 500 mg/kg BB
tidak berbeda bermakna dengan kontrol. Dapat disimpulkan bahwa infusa
pegagan pada dosis 1500 mg/kg BB memiliki efek samping teratogenik pada
janin mencit (Mus musculus). - Venty Anfiandi
Sign up here with your email
