Abstrak - Warung Ipang merupakan salah satu rumah makan di kawasan Surabaya Barat
yang berdiri pada tahun 2010 yang berlokasi di jalan Mayjend Sungkono
nomor 168-170. Untuk bertahan dalam persaingan perlu dilakukan perbaikan
terus menerus sehingga kepuasan konsumen pun meningkat. Perbaikan
atribut layanan tidak selalu berdampak linier dengan kepuasan konsumen.
Sehingga untuk melakukan perbaikan kualitas layanan, manajemen Warung
Ipang perlu mengetahui atribut yang menjadi kelemahan rumah makan,
atribut yang merupakan kebutuhan konsumen, serta penilaian konsumen bagi
Warung Ipang dibandingkan pesaingnya, IBC dan Leko, dan kemudian
mengintegrasikan ketiga informasi tersebut untuk memperoleh perbaikan
yang tepat dan efektif. Penelitian dilakukan dengan menentukan elemen what QFD berdasarkan Importance-Performance Analysis yaitu
atribut di kuadran 4 antara lain citarasa yang memuaskan, karyawan yang
ramah dan sopan, dan karyawan yang peka serta berdasarkan data
kuisioner Kano kategori Attractive yaitu tata letak ruangan
yang nyaman, porsi penyajian yang konsisten, pembayaran non tunai, dan
variasi menu. Prioritas bobot tertinggi yaitu atribut terkait tata letak
ruangan yang nyaman. Sedangkan prioritas bobot paling rendah yaitu
atribut terkait variasi menu. QFD sendiri berperan sebagai alat bantu
untuk menentukan prioritas usulan perbaikan, diantaranya peralatan makan
yang bersih, batasan antar meja, dekorasi ruangan saat event-event
tertentu, standar kualitas manajemen dapur, promosi saat event-event
tertentu, penggunaan minyak goreng dalam kondisi baik, inovasi menu baru
oleh staff dapur, budaya 4S (Senyum, Salam, Sapa, dan Sopan), dan
sistem kerja (SOP). Usulan perbaikan yang berada di atas rata-rata importance of How selanjutnya dibuatkan part deployment, process deployment, dan action plan. - Monika Soedjono
Sign up here with your email
